STMIK ICHSAN GORONTALO
Campus Of Information And Technology
V I S I :
Terwujudnya Perguruan Tinggi Berkualitas, Berkarakter dan Berdaya Saing Nasional 2030 Di Bidang Sistem Informasi, Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi

Arsip Berita

Link Terkait

Download
AGENDA KAMPUS
Pertemuan Wakil ketua I dengan Seluruh Ketua Tingkat Reguler dan Karyawan

Di Informasikan kepada seluruh ketua tingkat reguler dan karyawan STMIK Ichsan Gorontalo Tahun Ajaran 2016/2017 genap, agar berkupul pada hari sabtu tanggal 15 april 20217, pukul 11.00 WITA, Bertempat di ruangan B1 STMIK Ichsan Gorontalo. Terima kasih.


Recent Agenda

  1. Teknikal Meeting untuk peserta Lomba final Battle Coding

    Di informasikaan kepada mahasiswa yang masuk dalam final lomba battle coding, bahwa tekhnikal meeting akan di laksanakan pada hari rabu, tanggal  8 Maret 2017. bagi peserta yang tidak ikut tekhnikal meeting diskualifikasi.

  2. Mahasiswa Bidikmisi

    Di Informasikan kepada mahasiswa BIDIK MISI semester 2, 4, 6, dan 8, berkumpul pada hari sabtu, tanggal 4 Maret 2017, oukul 09.00. WITA. bertempat di Aula STMIK Lt.1. 


Sistem Inferensi Fuzzy berbasis Feedback User dan Ekstraksi Fitur Musik Untuk Pengenalan Emosi Pada Musik
Kategori Jurnal   IFRIANDI LABOLO, S. KOM, M. KOM   537 kali

Abstrak

IFRIANDI LABOLO, S. KOM, M. KOM

Musik telah menjadi salah satu hal penting di dunia kita, karena hampir seluruh kegiatan kita tidak lepas kaitannya dengan musik. Bekerja sambil mendengarkan musik dengan volume yang rendah membuat seseorang lebih rileks dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sampai pada saat ini pemahaman musik tidak hanya pada persepsi manusia saja, akan tetapi penelitian musik berkembang pada bagaimana komputer dapat memahami emosi pada musik. 

Metode yang  sering digunakan untuk menganalisa emosi pada musik di antaranya menggunakan ekstraksi fitur musik. Hasil ekstraksi fitur musik ini apabila diterapakan pada suatu aturan dapat menghasilkan informasi emosi yang terkandung pada musik tersebut. Akan tetapi penggunaan hasil ekstraksi fitur saja sebagai parameter penentu emosi belum dapat menghasilkan pengenalan emosi yang akurat, karena dalam ekstraksi fitur tersebut mengandung banyak ambigu (keanggotaan ganda), sehingga pemilihan keanggotan dari masing-masing fitur sering salah dan tidak sesuai dengan intuisi manusia.

Penelitian ini mengusulkan model pengenalan emosi pada musik berbasis sistem inferensi fuzzy dan feedback user untuk meningkatkan akurasi hasil pengenalan emosi. Fuzzy dipilih karena emosi bersifat samar dan sangat dekat dengan intuisi manusia.  Hasil pengukuran menggunakan eculidean distance dari rata-rata partisipan sebesar 10.56. Nilai ini membuktikan bahwa model berbasis sistem inferensi fuzzy dan feedback user dapat meningkatkan akurasi pengenalan emosi pada musik

Kata Kunci : Emosi musik, Ekstraksi fitur, Sistem inferensi fuzzy
Jurnal ILKOM Universitas Muslim Indonesia
2012 | Vol. 4 | No. 3 | Hal. 150-223 | 2087-1716